Kau dan Kereta Yang Terlambat Datang

Sore ini, kereta terlambat datang. Aku dicekam resah dan segala tanda tanya kapan kereta ini akan datang. Aku tak mau terjebak disini hingga malam berjumpa dengan larutnya. Aku ingin dengar deru kereta dari kejauhan, sementara ada bahagia membuncah sebab rumahku telah menanti aku datang.

Dan, aku hanya duduk menunggu. Melihat lalu lalang. Berada di antara riuh rendah kerumunan. Mereka ini pun sedang menunggu kereta datang, sama sepertiku, dan juga sama resahnya. Sesekali beberapa dari mereka menampakkan gelisah dengan membuat langkah-langkah tak sabar.

Kereta itu pada akhirnya akan datang, meskipun ia terlambat. Mereka hanya harus menunggu meskipun kadangkala waktu tidak akrab dengan suasana-suasana gelisah. Tidak perlu membuat langkah-langkah sia-sia kesana kemari yang memacu lelah. Tenanglah dalam gelisah.

Setidaknya begitu.

Meskipun menunggu kereta tidak sama seperti menunggu seseorang.

Kau tidak perlu berlari atau bahkan benar-benar mencari. Mungkin saat ini ia sedang tersesat sebab ia salah membaca nama jalan dan bersegera untuk bertanya arah. Atau, justru ia telah berdiri di jalan yang sama denganmu namun bersembunyi di balik rapatnya barisan pagar tinggi, malu menunjukkan dirinya kepadamu.

Tenanglah, mungkin keberaniannya tertinggal di suatu tempat. Barangkali keberanian itu sedang dalam perjalanan berlari menghampirinya dan akan menyatu dengan dirinya pada waktu yang benar-benar tepat, sebab sebagaimana telah engkau yakini, tidak seperti kereta, ia tidak akan pernah terlambat.

“Ada keluarga debu mendiami ruangmu
Dan cangkir kopi yang merindu jemarimu pada gagangnya
Juga, setangkai bunga yang tunduk melayu
Bersama setumpuk salam tak tersampaikan untukmu”

Aku ingin berlari, terus berlari

entah untuk mendekatimu

atau menjauhimu

Seseorang

Hari ini, tiba-tiba angin mengantar namamu padaku

perlahan dibisikkan di telingaku

lalu awan menjelma wajahmu

aku ingin berpaling, tapi justru terpaku

aku ingin berlari, terus berlari

katakan kemana aku bisa pergi?

namun, awan terus mengikutiku

kini ia malah melengkungkan senyummu

dan aku pun berhenti untuk mengerti,

ada seseorang yang ku rindu.

Dreamcatchers

Our dearest and noble thinker Mr. Aristotle once said,
Hope is a waking dream.
In my own opinion, a dream is as natural as breathing, it comes naturally from your self and a dream will find its own way to influence your self to make it come true. It’s one of the most wonderful feelings ever to feel excited over your own dream. That’s why, a dreamer is never too sad, if love blows them down to the ground, at least, they still have dreams to live and achieve. A dream will never make you feeling empty. And once you dream, you will hope as well. The next thing that happens is the hope will stimulates you to make efforts and to start a first step.
 
Sebagai penekanan, terkadang mimpi adalah sebuah petunjuk untuk garis takdir diri kita sendiri. Tuhan seringkali memberi wangsit-wangsit berupa mimpi-mimpi besar dan luar biasa dalam diri kita yang biasa saja. Tekankan bahwa Tuhan tidak akan memberi kita mimpi sedemikian luar biasa jika tidak ada kekuatan dalam diri kita untuk mencapainya.
 
Tapi, kita cuma orang-orang biasa, kekuatan apa yang kita punya?
 
Kekuatan itu ada pada diri kita sendiri. Kekuatan itu adalah seberapa besar tekad yang kamu punya untuk mewujudkannya dengan usaha-usaha kerasmu, seberapa besar kegigihan yang kamu punya untuk terus berusaha, dan seberapa besar kamu percaya pada dirimu. Dengan kekuatan itu, orang-orang biasa bisa mencapai mimpi mereka yang luar biasa.
 
Kita harus berani bermimpi. Kita harus berani menuliskan mimpi-mimpi itu pada dinding-dinding tak bersuara dan membacanya tiap hari. Saya punya kebiasaan menuliskan mimpi dan motivasi di kertas-kertas mungil warna-warni di dinding atau kaca. Habit ini berhasil membuat saya semangat lagi dan terus berusaha. Fungsinya selain sebagai reminder untuk diri sendiri adalah juga sebagai motivator. Sederhana memang, but it works on me.
 
Kemudian, Mama saya adalah rahasia sukses saya. Sedikit berbagi saja, mama saya selalu menekankan kepada saya betapa pentingnya bekerja keras. Mama selalu berkata begini,
Kalau kamu mau berhasil, kamu harus bekerja keras.

Ridho orangtua adalah ridho Allah. Jika orangtuamu meridhoi mimpimu dan mendukungmu untuk meraihnya, ketahuilah, kamu telah memegang satu kunci sukses yang paling luar biasa. Mintalah doa ibu sebab itulah doa termujarab untuk diri kita.


Berlelah-lelahlah dalam berusaha, kelak kita akan menemukan manisnya kehidupan.
Itu statement yang saya jadikan pegangan karena memang berusaha keras itu melelahkan, meraih mimpi itu melelahkan, tapi melihat senyum mama saya serasa mengoleskan Counterpain pada otot-otot yang kaku dan sendi-sendi yang melinu, dan saya pun tahu satu-satunya obat untuk lelah itu ada di depan sana. Sebuah keberhasilan.

Selain itu, jangan pikirkan seberapa banyak sainganmu di luar sana. Cukup kamu tahu saja kalau sainganmu banyak, tapi jangan jadikan itu beban because it will leads you to stress. Lebih menyenangkan jika kita fokus pada apa usaha yang kita lakukan and make the best of it karena yang membedakan kamu dengan orang-orang lain dengan keinginan serupa adalah usahamu dan Allah pun menilai dari seberapa keras kamu berusaha untuk mewujudkan mimpimu.

Saya sudah pernah merasakan lari keliling kompleks 2x sehari saat bulan Ramadhan setiap pagi dan menjelang buka puasa. Saya sudah pernah merasakan otot-otot kaki saya kaku karena terlalu banyak lari. Saya sudah pernah belajar sampai saya jenuh membaca soal-soal yang tipenya begitu-begitu saja, tapi saya selalu mengikatkan diri pada kertas lembaran soal itu karena di situlah ada langkah pertama menuju sukses saya.
Semua itu melelahkan, tapi demi meraih mimpi saya, saya tidak ingin berhenti berusaha.
Semua itu melelahkan, tapi kita juga harus bisa memotivasi diri. Lihatlah jauh ke depan sana, lihat apa yang akan kamu dapatkan jika kamu bertahan dengan semua lelahmu.

Dan kini, usaha keras saya sudah terbayarkan.
Meskipun masih ada kerja keras kerja keras lainnya yang tengah duduk manis menunggu saya di depan sana.

Saya ingin sedikit cerita dari saya ini bisa menginspirasi dan membuat semangat membuncah untuk meraih mimpi-mimpi. Sebagai anak muda, kita harus punya mimpi dan keberanian untuk mewujudkannya. Dan, mimpi adalah pemanis dari kehidupan ini. Tanpanya, hidup hanyalah jalan raya bebas hambatan yang tak memberi kesan apa-apa, tapi dengannya, hidup adalah sebuah perjalanan dengan banyak cerita untuk dibagikan dan kesan yang menjadikan hidup ini lebih bermakna.

All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them.
Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world.

And, finally, this…
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.Eleanor Roosevelt 

Demi Seseorang

Barangkali aku ingin jadi daun yang gugur di kepalamu,
supaya aku tahu bagaimana rasanya berada disana.

Atau, menjadi angin yang mendesau pelan,
seiring langkah-langkahmu di suatu siang,
demi menawar terik matahari yang menyengat kulitmu.

Atau, jadi pemanis dalam mimpi malam harimu,
supaya dalam malam-malam yang dingin kau tak sendiri.

Atau, jadi sehelai sajadah tempatmu bersujud,
yang mendengar untai doa-doa dari bibirmu,
supaya aku bisa ikut mengamininya untukmu.

Apapun akan ku jelma,
tetapi, satu yang ingin ku pastikan padamu,
aku ingin jadi alasan mengapa kau jatuh cinta.

“I put my heart in a jar and dropped it to the depth of the ocean in your eyes.”

Pada Waktunya

Pada waktunya, aku tidak ingin kita saling berjanji

meskipun saling dicekam rindu.

Sebab, bersama adalah suatu ketidakpastian

dan perasaanmu itu bisa saja terus kau diamkan,

tanpa pernah sempat tersiratkan oleh satu dua kata

Bersama heningnya pagi yang menimang harapan baru,

akan ada hari-hari baru.

Yang kita tahu,

hari itu sudah berlalu.

Yang kita tidak tahu,

barangkali Tuhan setuju bila kita bersatu.

“Tuhan punya cara lucu untuk membuatmu jatuh cinta.”

kotahujan:

Kamu yang melupa,
pura-pura lupa kalau hujan sudah reda.
Menggumamkan lagu sendu,
berharap disana ada yang menunggu.